News  

LMMC 90’S Berdonasi Lewat Dentingan Gitar

NusantaraInsight, Makassar — Dentingan gitar, dan alunan musik mengalun dari panggung Kafe Romansa dan Srikandi di Pasar Segar, Panakukkang, 26 Desember 2025.

Para musisi yang tergabung dalam Lembaga Makassar Musician Community (LMMC) 90’S, menggelar malam donasi untuk korban bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Jumat malam itu, melodi yang dimainkan lembaga yang diketuai Musmuliyadi Dg Tajang, atau yang biasa disapa Bang Noval itu bukan semata bergema, melainkan menginspirasi lebih banyak tangan yang terbuka, sambil menyalurkan donasi kepada korban bencana.

Di kedua kafe tersebut, Bang Noval dan kawan kawan tidak sekadar menyiapkan konser amal, namun mereka menyalakan semangat musik tahun 90-an, sekaligus menyiapkan sebuah “jembatan nada” yang akan menembus ribuan kilometer, melintasi laut, menyeberangi gunung, hingga sampai ke tanah yang masih bergetar karena banjir dan longsor.

Tidak hanya sekadar uang, konser LMMC menumbuhkan gelombang solidaritas antar budaya. Para musisi menambahkan “lirik doa” menjadikan bahasa musik sebagai jembatan persatuan. Penonton yang mayoritas anak muda terlihat “terhanyut” dan “termotivasi” untuk berdonasi. Alhasil, terkumpul Rp5 juta.

BACA JUGA:  DKM Khadijah Binti Khuwailid Pallangga Gowa Resmi Berganti

Rabu, 31 Desember sore tadi, Bang Noval bersama dua rekannya, Yanthi (Bendahara Harian, dan Bayu (Koordinator Designer) menyerahkan dana tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Bantuan diterima Kepala Bagian I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Darmawati.

Di lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini, Makassar itu, Bang Noval dan kawan kawan tidak hanya menyalurkan donasi, melainkan menyalurkan niat demikian suci.

“LMMC 90 ’S ingin memastikan, tiap sumbangan yang dikumpulkan dapat dipercaya, transparan, dan tepat sasaran,” urai Bang Noval, seraya mengakui, pilihan mendonasikan dana untuk korban bencana melalui BAZNAS Makassar sangat tepat.

Sementara itu, rekan Bang Noval, Yanthi mengaku membayangkan saat musibah terjadi, anak anak saat itu berada dalam situasi demikian sulit. Karenanya, meski sedikit, namun donasi yang mereka salurkan dari hasil musik adalah penyelamat.

“Interaksi ini mewujudkan gotong royong, semangat tradisional Bugis Makassar tentang saling membantu, menyatukan beragam etnis, agama, dan budaya,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, Umum, dan SDM, H.Jurlan Em Saho’as menyambut baik donasi LMMC 90’S.

BACA JUGA:  Dies Natalis Unhas, Mentan Amran Ajak Kampus Cetak Generasi Unggul

H.Jurlan menyebut, bencana yang terjadi pada 25-27 November lalu masih menyisahkan duka, namun para korban tetap bernapas. Mereka masih menahan duka, menahan luka, hingga menahan harapan.