NusantaraInsight, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 115 sukses menyelenggarakan Seminar Program Kerja di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros pada Selasa (30/12/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Kantor Desa Labuaja ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Labuaja beserta jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk syukur dan harapan agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Suasana patriotisme dan kebanggaan almamater terasa kental saat seluruh peserta berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disusul dengan Mars Universitas Hasanuddin. Memasuki agenda utama, Koordinator Desa (Kordes) KKN Gelombang 115 Desa Labuaja secara resmi membuka pemaparan kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat warga dan menegaskan komitmen tim mahasiswa untuk berkolaborasi membangun desa melalui berbagai inovasi yang telah dirancang sesuai kebutuhan lokal.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan program kerja secara mendetail. Masing-masing anggota tim memaparkan rencana kegiatan sektoral mereka, kemudian disusul dengan pemaparan program kerja utama oleh Koordinator Desa. Salah satu fokus utama yang diperkenalkan adalah inovasi di bidang lingkungan dan kesehatan, termasuk optimalisasi potensi desa melalui pendekatan kreatif dan berkelanjutan. Penjelasan yang komprehensif ini bertujuan untuk memberikan gambaran utuh mengenai arah kontribusi mahasiswa selama masa pengabdian di Desa Labuaja.
Dalam bimbingan yang penuh dedikasi, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum. selaku Dosen Pendamping KKN Wilayah 3 Kabupaten Maros, memberikan apresiasi tinggi terhadap Seminar Program Kerja di Desa Labuaja. ‘Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan potensi lokal, mengukuhkan harmoni antara mahasiswa, komunitas di masyarakat. ujarnya dosen yang akrab disapa Dr.Rengko dengan nada optimis.
Antusiasme warga terlihat jelas saat sesi diskusi dibuka. Berbagai saran, masukan, dan aspirasi disampaikan oleh warga untuk mempertajam implementasi program kerja di lapangan agar lebih tepat sasaran. Komunikasi dua arah ini menjadi ruang sinergi antara ide akademik mahasiswa dan kearifan lokal masyarakat. Kegiatan ditutup dengan penuh keakraban melalui sesi foto bersama antara tim mahasiswa KKN Gelombang 115 dengan Kepala Desa serta perangkat desa sebagai simbol dimulainya kolaborasi membangun Desa Labuaja.












