Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (7-Habis): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Operasi
Keterangan foto: Dari kiri: Bripka Megawan Parante, Ipda Supriadi Gaffar (menggendong Bilqis), Iptu Dr. Nasrullah, S.E.,M.H., dan Briptu Arif. (Foto: Dok.Polrestabes Makassar).

Prestasi Presisi di Tengah Gagasan Reformasi

Pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 13.00 Wita, Minggu 9 November 2025. Bertepatan seminggu Bilqis hilang dari pangkuan kedua orang tuanya.

Selama perjalanan, sebenarnya Tim Polrestabes Makassar berusaha menyembunyikan Bilqis dari perhatian publik. Tim takut kedatangannya menjadi viral.

Saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin tim dan Bilqis meninggalkan area bandara melalui jalur khusus. Luput dari perhatian warga yang membludak. Termasuk rombongan wartawan yang sudah banyak menunggu di area kedatangan di bawah.

Tim Polrestabes Makassar dan Bilqis lewat di atas, sehingga luput dari perhatian nyamuk-nyamuk pers.
“Kita takut karena mungkin ada pengembangan terhadap tersangka yang lain. Dalam pengembangannya pelaku bisa tiarap semua,” ujar Nasrullah di akhir-akhir wawancara yang beberapa saat kemudian harus tuntas karena sudah masuk waktu salat magrib.

Nasrullah mengenang kembali perburuan ini sarat dengan doa. Sebelum mengemban tugas ini, dia terlebih dahulu meminta restu orang tuanya, keluarga, termasuk Pak Ustaz, dan pondok pesantren.. Dia pikir, ini perburuan pertama yang sangat unik selama kariernya sebagai anggota kepolisian. Makanya, dia minta ikut terlibat dalam tim pada Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.

BACA JUGA:  Polisi Ungkap Peran 4 Pelaku Penculikan Bilqis

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Pradana termasuk sosok yang tidak dapat menyembunyikan apresiasi atas prestasi anggotanya ini. Mengenai penculikan ini, dia mengatakan, pelaku pertama mengaku baru satu kali melakukan penculikan.

Namun kalau dilihat langkahnya, dia diperkirakan sudah melakukannya beberapa kali. Tapi, itu masih terus didalami. Juga dilakukan sendiri dan cukup profesional.

Dengan cara, mendekatkan anak kandungnya dengan korban. Mereka akhirnya bermain dan mulai akrab. Lalu korban dibawa oleh pelaku yang semula mengenakan jilbab, tapi setelah membawa anak itu seperti yang tampak di CCTV, sudah melepas jilbabnya.

“Ini juga menunjukkan satu modus yang tidak biasa. Ini salah satu modus, yakni pelaku memberi pancingan kepada korban untuk bisa mendekat secara cepat sesama anak kecil. Juga kita melihat pergerakan di media sosial bahwa cara untuk menjual anak ini tidak “face to face”, juga secara konvensional, tetapi menggunakan media sosial, yakni melalui akun yang memang sudah khusus disediakan untuk mereka yang ingin melakukan adopsi anak seara ilegal,” papar Arya Perdana.

BACA JUGA:  Catatan Olahraga: Seabrek Beban Ketua KONI Sulsel yang Baru

“Walaupun anaknya sudah ditemukan, kami tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap anak, orang tuanya, dan para pelaku, kata Arya Perdana, Minggu (9/11/2025) kepada media di Mapolrestabes Makassar.
Setelah korban tiba di Makassar, kata Arya Perdana, Kepolisian telah melaksanakan pemeriksaan terhadap Bilqis.