Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (5): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Bocah
Salah seorang perwakilan SAD terharu melepas Bilqis kembali ke pangkuan orang tuanya. (Foto: Istimewa).

Bawa Pulang Bilqis Harga Mati

Tim Kepolisian gabungan Polrestabes Makassar-Polda Jambi harus menjalani negosiasi yang sangat a lot. Sampai-sampai tim Kepolisian memperlihatkan informasi yang sudah viral di media sosial bahwa anak yang ada di SAD itu merupakan hasil penculikan.

Tim Kepolisian memberi tahu, jangan sampai merembes ke yang lain dan tidak tahu apa-apa.

“Negosiasi itu berlangsung alot. Dua hari satu malam. Tim mediasi bolak-balik ke dalam berjam-jam lamanya. Bahkan sampai tiga jam kita bolak-balik,” ungkap Iptu Nasrullah, perwira polisi kelahiran Jeneponto 21 Juni 1987 ini.

Jumat 7 November 2025 malam, Tim Kepolisian masuk ke lokasi SAD yang diketahui sebagai pihak membeli Bilqis.

Ternyata, bocah tersebut sudah diamankan ke tempat yang paling jauh lagi. Paling dalam. Tim mengecek rumahnya, ternyata ‘pembeli’ dari pasutri MA dan AS, sudah menjualnya lagi ke SAD yang lain dengan harga Rp 85 juta.

Pada saat itu, seperti dijelaskan Dimas kepada penulis dalam wawancara 12 Desember 2025, Iptu Nasrullah berpesan 7 November 2025 sekitar pukul 21.00 WIB, agar Dimas mengirim foto Bilqis dan kedua orang tuanya. Foto untuk diperlihatkan kepada kepala SAD bahwa benar Bilqis memiliki orang tua di Makassar.

BACA JUGA:  Negosiasi, Harga Mati dan Presisi (2) (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Tim mencari lebih ke dalam lagi, tetapi tidak ada.
“Tim sempat menemukan tempat tidur Bilqis di malam pertama di tengah hutan itu. Tempat tidurnya terbuat dari terpal dan plastik. Di situ ada anjing. Tetapi Bilqis tidak ada di tempat itu,” ujar Nasrullah yang seorang diri masuk menyisir lokasi keberadaan bocah tersebut. Sebab yang dibolehkan masuk hanya satu orang.

Perwira polisi ini berjalan sekitar 2 jam lebih ke dalam hutan lagi. Anggota tim yang lain menunggu di pinggir jalan.

Jarak tempuh 2-3 jam menggunakan mobil ke dalam hutan. Setelah itu Nasrullah sempat melanjutkan penyisiran nya dengan berjalan kaki bertepatan dengan turun hujan. Bilqis pun belum juga ditemukan.

Dalam dua malam bernegosiasi dan berdiplomasi yang menegangkan, Nasrullah dan tim nyaris tidak sempat tidur. Dari malam ke malam, mereka tidur-tidur ayam. Ketika Kedua Tumenggung dan tim Dinas Sosial masuk lagi bernegosiasi dengan kepala SAD, kesempatan itu digunakan Nasrullah mencuri kesempatan tidur yang sangat terpaksa. Tugas untuk melakukan “pressure” kepada SAD dilakukan teman-temannya anggota dari Jambi.

BACA JUGA:  Catatan Olahraga: Seabrek Beban Ketua KONI Sulsel yang Baru

Saat Nasrullah keluar, meninggalkan areal hutan, sudah mau pagi hari. Hari berganti ke Sabtu, 8 November 2025. Nasrullah terus memohon kepada kedua Tumenggung (Jhon dan Joni) agar membantu tim Kepolisian menemukan anak yang diculik tersebut. Nasrullah juga menegaskan, agar kasus ini tidak menyerempet ke orang-orang yang tidak bersalah.