Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (3): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Dikuntit dari Masjid Bangko Jambi

Mengetahui buruan sudah ada di Jambi, Tim Polrestabes Makassar mengontak Polda Jambi yang mempersiapkan segala sesuatunya sesuai informasi yang didapat dari NH. Pada waktu yang bersamaan, tim juga mengarah ke Bandara Yogyakarta.

Almanak menunjuk, Kamis, 6 November 2025 subuh. Tim mengambil penerbangan pagi. Namun di luar dugaan, penerbangan Jakarta-Jambi ‘delay’ sekitar lima jam. Hari sudah malam, saat tim tiba di Jambi dan langsung berkoordinasi dengan anggota setempat.

“Alhamdulillah, kita juga di-”back up full” oleh anggota di sana,” kata Nasrullah dalam wawancara sekitar 45 menit dengan penulis.

Dari Makassar, belum berapa lama menjabat Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro langsung memberikan perhatian serius terhadap kasus hilangnya Bilqis.

Malah masih boleh terhitung hari menerima tongkat komando memimpin Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, jenderal polisi bintang dua kelahiran Magelang 31 Mei 1969 ini telah berkontribusi besar bagi kelancaran tugas tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana, S.H.,S.I.K.,M.H. ini saat mengendus dan melacak keberadaan NH di wilayah Kabupaten Sukoharjo 6 November 2025.

BACA JUGA:  Negosiasi, Harga Mati dan Presisi (2) (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Setelah menerima laporan dari Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, Irjen Djuhandhani langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan maksimal. Ia bahkan menegaskan agar seluruh tim di lapangan tidak kembali ke Makassar sebelum korban dan pelaku berhasil ditemukan.

“Begitu saya menerima laporan bahwa ada kasus penculikan anak di bawah umur, saya langsung perintahkan untuk bertindak cepat. Ini adalah wujud tanggung jawab kita sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujar alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 dan se-angkatan dengan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menjabat Kapolri sekarang, dalam konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Senin (10/11/2025).

“Kejar sampai dapat. Saya sampaikan, jangan coba-coba pulang ke Makassar kalau pelaku dan korban belum ketemu,” tegas Dirreskrimum Polda Bali (2020) ini sebelum bocah Bilqis berhasil dijemput tim lapangan Polrestabes pimpinan Iptu Dr.Nasrullah, S.E.,M.H. yang didukung penuh personil Polda Jambi, 8 November 2025 malam.

Alhamdulillah, berkat kerja keras jajaran Polrestabes Makassar dengan dukungan Direktorat Reskrimum, kasus ini bisa terungkap. Djuhandani dari Makassar terus memompakan semangat kepada tim yang terus berkutat negosiasi dan diplomasi di lapangan untuk mengambil kembali bocah Bilqis yang sudah dalam penguasaan Suku Anak Dalam Merangin Jambi.