Dr. Basri: AAI Bukan Sekedar Munas

NusantaraInsight, Bogor — Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 di Wisma Kementerian Pertanian Puncak Bogor, tanggal 6 hingga 7 Desember 2025.

Munas ini dirangkaikan dengan acara Diskusi Kontemporer Nasional Kearsipan ke-7 dan dihadiri oleh seluruh pengurus wilayah (PW) maupun daerah di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua PW AAI Sulawesi Selatan Dr H. Basri, S.Pd.,M.Pd kepada media, Sabtu (6/12/2025).

Ia juga menyampaikan di sela-sela Munas yang mengangkat tema: Memperkuat Peran Asosiasi Arsiparis Indonesia sebagai Penggerak Profesionalisme dan Transformasi Digital Kearsipan Berbasis AI, bahwa mereka melakukan diskusi terkait pembinaan dan pengawasan kearsipan antara AAI dengan ANRI.

Munas

“Hadir dalam diskusi ringan tersebut, di antaranya Deputi Tata Kelola Kearsipan Nasional Dr. H. Andi Abubakar, M.Si., Ketua Umum AAI Dr. H. Andi Kasman dan juga beberapa pengurus AAI,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) berperan penting sebagai penggerak profesionalisme dan transformasi digital kearsipan berbasis AI dengan fokus pada peningkatan kompetensi arsiparis, modernisasi layanan, dan kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA:  Lurah Antapani Tengah Sukses Berkat Abah Timi

AAI mengupayakan pengembangan kurikulum pelatihan serta sertifikasi profesional yang mengintegrasikan teknologi digital dan AI untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas pengelolaan arsip.

Transformasi ini mencakup penguasaan teknologi informasi, pengelolaan data elektronik, serta penguatan mekanisme preservasi arsip digital jangka panjang yang menjadi tantangan utama di era digital.

Adapun transformasi digital kearsipan berbasis AI memungkinkan pengelolaan arsip secara lebih cepat, efisien, dan terstruktur, seperti kemampuan AI dalam pemrosesan data besar dan otomatisasi pengelompokan arsip.

AI juga bisa meningkatkan akurasi pencarian dan pemeliharaan arsip digital, serta memitigasi risiko kehilangan arsip akibat obsolesensi format atau kerusakan media.

“AAI berperan mengembangkan dan memperbarui kurikulum agar arsiparis dapat mengadopsi teknologi AI, termasuk machine learning dan natural language processing, serta mengintegrasikan teknologi baru untuk menjaga dan melestarikan arsip nasional,” terangnya.

Dr. Basri juga menjelaskan bahwa AAI mendorong kolaborasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), perguruan tinggi, dan komunitas pengelola data untuk memaksimalkan riset dan inovasi teknologi dalam kearsipan digital.

BACA JUGA:  16 PNS Ajukan Kenaikan Pangkat Luar Biasa, ini Unsur Penilaian

“Penguatan jejaring ini meningkatkan pertukaran praktik terbaik dan inovasi teknologi AI dalam pengelolaan arsip. Transformasi organisasi profesi yang adaptif dan inklusif diharapkan mempercepat digitalisasi arsip serta memberikan akses arsip yang lebih transparan dan mudah dijangkau oleh publik di era keterbukaan informasi,” ulas Dr. Basri yang juga Wakil Ketua PGRI Sulsel ini.