NusantaraInsight, Yogyakarta — Suasana penuh kebanggaan menyelimuti Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (11/9/2025) saat pelaksanaan Wisuda Tahun Akademik 2025/2026.
Di antara ribuan wisudawan, nama Dr. Rudi Hardi, M.Si. mencuat sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor Ilmu Pemerintahan UMY, dengan predikat Cum Laude dan IPK nyaris sempurna: 3,97.
Dr. Rudi Hardi merupakan Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Makassar. Capaian ini menjadi catatan prestisius bagi Unismuh Makassar sekaligus memperkuat posisi UMY sebagai kampus penghasil doktor unggul di Indonesia.
Disertasi Soal Smart Governance Tuai Pujian
Dalam disertasinya yang berjudul “Interoperabilitas Smart Governance di Kota Yogyakarta dan Kota Makassar”, Dr. Rudi membahas pentingnya integrasi sistem digital antarlembaga pemerintahan dalam mendukung tata kelola yang efisien, transparan, dan kolaboratif. Ia menekankan bahwa interoperabilitas bukan sekadar soal teknologi, melainkan fondasi dari ekosistem pemerintahan yang inklusif dan adaptif.
“Smart governance bukan hanya teknologi, tetapi keterbukaan data, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi digital warga. Ini masa depan birokrasi Indonesia,” ungkap Rudi dalam wawancaranya usai prosesi wisuda.
Disertasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari tim promotor dan penguji. Bahkan, Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., langsung menjadi promotor utama dalam proses bimbingan ilmiah Rudi.
Pengabdian untuk Kampus dan Bangsa
Sebagai Ketua GKM FISIP Unismuh Makassar, Dr. Rudi dikenal aktif dalam mendorong peningkatan budaya mutu, pengembangan kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education), serta internasionalisasi program studi. Ia juga konsisten terlibat dalam riset dan publikasi ilmiah di tingkat nasional dan internasional.
“Saya ingin menjembatani dunia akademik dan kebijakan publik. Interoperabilitas digital adalah kunci dalam reformasi birokrasi yang humanis dan efisien,” tegasnya.
Gelar Doktor sebagai Amanah Perubahan
Menempuh studi doktoral sambil mengemban amanah struktural bukan perkara mudah. Rudi mengakui bahwa keberhasilannya adalah hasil dari manajemen waktu, ketekunan, serta dukungan keluarga dan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
“Gelar doktor bukan akhir, tapi awal tanggung jawab baru. Semoga ini menjadi inspirasi bahwa siapa pun bisa meraihnya dengan niat, ilmu, dan pengabdian,” tutupnya.
Keberhasilan Dr. Rudi Hardi menjadi bukti bahwa keunggulan akademik dapat bersinergi dengan pengabdian institusional dan sosial. Ia tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan institusinya, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi akademisi dan birokrat masa depan Indonesia.***












