Mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin Wujudkan Peta Administrasi Desa Alesilurungnge

NusantaraInsight, Wajo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin berhasil menyelesaikan program kerja pembuatan Peta Administrasi Desa Alesilurungnge Kecamatan Pitumpanua, kabupaten Wajo sebagai upaya mendukung tata kelola desa yang lebih efektif, akurat, dan berbasis data spasial.

Dalam program kerja ini, Nabila Putri Adinda selaku penanggung jawab bertugas menyusun peta administrasi yang memuat batas wilayah, pembagian dusun, lokasi fasilitas umum, serta infrastruktur penting desa.

Hal ini disampaikan kepada NusantaraInsight.com, Kamis (18/8/2025) melalui keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa peta ini dibuat menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) dengan memanfaatkan data administrasi desa yang sudah tersedia. Data tersebut kemudian diinput dan diolah melalui aplikasi ArcGIS, dilengkapi dengan dokumentasi foto fasilitas desa sebagai informasi pendukung.

Proses penyusunan dilakukan dengan memastikan informasi yang dimasukkan sesuai dengan data yang ada, sehingga peta yang dihasilkan tetap jelas dan mudah dipahami oleh perangkat desa maupun masyarakat.

Dokumentasi foto fasilitas desa turut melengkapi peta agar memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi lapangan.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Unhas Edukasi QRIS Secara Door to Door di Pangkajene 

Pada 13 Agustus 2025, peta administrasi diserahkan langsung oleh Nabila Putri Adinda kepada Sekretaris Desa Alesilurungnge di Kantor Desa.

Penyerahan ini menjadi penanda berakhirnya proses pembuatan peta sekaligus dimulainya pemanfaatannya oleh pemerintah desa.

“Harapan kami, peta ini bisa menjadi rujukan utama pemerintah desa dalam pengambilan keputusan, perencanaan, dan pelayanan masyarakat,” ujar Nabila selaku penanggung jawab program kerja

Selain peta, buku panduan membaca peta administrasi juga akan dibuat sebagai pelengkap. Buku ini memuat penjelasan tentang simbol-simbol peta, skala, komponen peta, serta langkah-langkah dasar cara membaca peta dengan benar.

Dengan adanya buku panduan ini, perangkat desa maupun masyarakat diharapkan dapat memahami informasi yang ditampilkan pada peta dan menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, seperti perencanaan pembangunan, pengelolaan aset desa, hingga penanggulangan bencana.

“Kami sangat mengapresiasi karya ini. Peta ini akan menjadi aset penting bagi desa, terutama untuk perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Sekretaris Desa Alesilurungnge.

Dengan adanya peta administrasi terbaru beserta buku panduannya, Desa Alesilurungnge kini memiliki sumber informasi spasial yang jelas, akurat, dan mudah diakses untuk mendukung berbagai kegiatan desa secara berkelanjutan.