Demonstrasi Penyemaian Tanaman Refugia di Polybag dari Daun Pisang, Petani Bonto Bunga Antusias Ikuti Pelatihan

NusantaraInsight, Maros — Suasana hangat menyelimuti halaman rumah Kepala Desa Bonto Bunga, Dusun Manjalling, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, pada Jumat (1/8/2025) lalu.

Sejumlah petani, kelompok tani, petani milenial, hingga ibu-ibu kelompok tani tampak antusias mengikuti kegiatan Demonstrasi Penyemaian Tanaman Refugia menggunakan media polibag dari daun pisang.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa Bonto Bunga beserta istri, koordinator penyuluh pertanian, dan perwakilan kelompok-kelompok tani ini digelar untuk memberikan edukasi kepada petani mengenai manfaat tanaman refugia dalam pengendalian hama secara hayati.

Selain itu, inovasi penggunaan polybag dari daun pisang yang ramah lingkungan diperkenalkan sebagai alternatif media tanam yang mudah terurai dan bebas limbah plastik.

Hal disampaikan Mahasiswa KKN 114 Universitas Hasanuddin, Ferguson Trisna Juniarta kepada NusantaraInsight.com, Kamis (14/8/2025).

Dalam pemaparannya, Ferguson menjelaskan peran penting tanaman refugia sebagai habitat bagi musuh alami hama, jenis-jenis refugia yang cocok dibudidayakan di lahan pertanian, serta keunggulan media tanam dari daun pisang yang ramah lingkungan.

Usai sesi materi, Ferguson memimpin demonstrasi langsung penyemaian tanaman refugia ke dalam polybag daun pisang.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unhas Perkenalkan SOPIR ke Petani

Para peserta diajak mempraktikkan setiap langkah, mulai dari persiapan media tanam, pengisian polibag, penanaman benih, hingga perawatan awal.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan warga saling bertanya dan mencoba langsung teknik yang diajarkan.

Kepala Desa Bonto Bunga menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN 114.

“Hasil yang dilaksanakan anak KKN 114 Desa Bonto Bunga sangat membantu warga kita untuk membuat dan menerapkan penyemaian tanaman refugia. Terima kasih kepada anak KKN yang selalu berkolaborasi dengan warga kita di Dusun Manjalling, khususnya warga Desa Bonto Bunga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat lebih memahami manfaat pertanian ramah lingkungan dan mulai mengurangi penggunaan pestisida kimia, sekaligus mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan di Desa Bonto Bunga.