Mahasiswa KKN-T Unhas Ciptakan Booth Estetika sebagai Strategi Branding UMKM Desa Batara

NusantaraInsight,Pangkep – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), Aulia Maharani dari program studi Ilmu Komunikasi, menciptakan sebuah inovasi program kerja bertajuk “Booth Estetika sebagai Strategi Branding UMKM”.

Program ini dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025 lalu, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan daya tarik visual UMKM lokal di Desa Batara, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Program ini bermula dari observasi Aulia terhadap minimnya sentuhan visual branding pada sejumlah UMKM di Desa Batara.

Hal ini dianggap menjadi salah satu hambatan dalam memperluas jangkauan pasar, khususnya di era persaingan yang kian kompetitif.

Dengan latar belakang keilmuannya, Aulia merancang dan mengeksekusi desain booth estetik yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga mengusung pesan identitas usaha yang kuat dan konsisten.

Desain booth dibuat secara digital menggunakan platform Canva, dengan penyesuaian berdasarkan permintaan dan karakteristik dari UMKM yang telah ditunjuk, yaitu Kedai Indah, sebuah usaha kuliner lokal yang menyajikan makanan khas rumahan.

BACA JUGA:  PGRI Kabupaten Pinrang Konsultasi dengan Pengurus Provinsi Sulsel Persiapan Konferensi

Aulia melakukan diskusi terlebih dahulu dengan pemilik Kedai Indah untuk menggali preferensi warna, gaya, dan pesan usaha yang ingin ditonjolkan, sebelum akhirnya menuangkannya dalam desain booth container yang modern, fungsional, dan komunikatif.

Desain tersebut mengusung nuansa hangat dengan warna-warna earthy yang merepresentasikan kesederhanaan, kenyamanan, dan kelezatan cita rasa lokal.

Selain itu, penggunaan elemen visual seperti ikon makanan, serta tipografi yang bersih dan mudah dibaca, turut memperkuat daya tarik visual dari booth tersebut. Semua ini dilakukan dengan prinsip low budget namun high impact, agar bisa direplikasi oleh UMKM lainnya tanpa beban biaya tinggi.

“Desain ini kami harapkan dapat menjadi wajah baru Kedai Indah, sehingga konsumen lebih tertarik dan mampu mengingat merek mereka dengan lebih baik,” ujar Aulia saat mempresentasikan karyanya di hadapan perangkat desa dan pelaku UMKM setempat.

Pemerintah Desa Batara memberikan apresiasi atas inisiatif dan kreativitas mahasiswa KKN-T yang tidak hanya datang untuk mengabdi, tetapi juga memberikan solusi nyata dan aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat. Pemilik Kedai Indah pun mengaku sangat terbantu dengan hasil desain ini karena sebelumnya belum pernah memiliki tampilan usaha yang terkonsep secara visual.

BACA JUGA:  Pengawasan Silang ANBK di SMA Negeri 2 Enrekang

Program ini tidak hanya berhenti pada tahap desain. Aulia juga memberikan edukasi singkat kepada pemilik Kedai Indah tentang pentingnya konsistensi identitas visual, seperti penggunaan logo, warna, dan gaya komunikasi dalam setiap materi promosi baik offline maupun online. Ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran branding di kalangan pelaku UMKM desa.