Sport  

Kualifikasi Grup C Piala Dunia Asia: Kemenangan Indonesia Digagalkan Wasit

NusantaraInsight, Bahrain — Wasit asal Oman Ahmad Alkaf berhasil memberi kesempatan dengan menunda menyelesaikan pertandingan kepada Bahrain agar mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2, ketika berhadapan dengan Indonesia.

Pertandingan yang mestinya tuntas pada menit ke-96, terpaksa diundur hingga pada menit ke-99 guna memberi kesempatan kepada tuan rumah menggagalkan kemenangan Indonesia yang sudah dalam genggaman.
Indonesia akhirnya mengoleksi tiga kali hari seri setelah dipaksa bermain imbang 2-2 oleh tuan rumah Bahrain dalam pertandingan Grup C Kualifikasi Piala Dunia di Manama, Bahrain, Jumat (11/10/2024) dinihari tadi.

Indonesia unggul 2-1 atas Bahrain pada menit ke-74 melalui tendangan keras Rafael Struick dari luar kota penalti. Tendangan keras Struick tersebut mampu menaklukkan kiper Bahrain Lutfalla.

Pertandingan yang ditambah 6 menit tersebut molor hingga menjangkau 99 menit saat pemain Bahrain M.Marhoon mencetak gol kedua memanfaatkan tendangan pojok dari sebelah kiri kiper Marten Paes. Tidak lama setelah “kick off’’, wasit pun langsung meniup peluit panjang, kedudukan 2-2, menyelamatkan muka tuan rumah dari kekalahan. Para pemain Indonesia melakukan protes karena wasit sengaja mengulur waktu untuk memberi kesempatan kepada Bahrain menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

BACA JUGA:  All England: 2 Tunggal Putra Indonesia Berpeluang Jumpa di Final

Hasil imbang ini membuat Indonesia masih terpaku di peringkat kelima dengan poin 3 hasil tiga kali seri, sementara Bahrain dengan poin 4 di urutan keempat. Jepang masih memimpin dan pada saat berita tayang,sedang berlangsung pertandingan Arab Saudi dengan Jepang. Jepang unggul 1-0. Saat ini Jepang memimpin klasemen dengan poin 6, disusul Arab Saudi pin 4, Australia poin 4.

Pada babak pertama, tuan rumah Bahrain langsung menekan pertahanan Indonesia. Bahkan permainan cenderung keras sedikit kasar. Ini ditandai pemain Indonesia Malik Risaldi mengalami sobek keningnya dan berdarah hingga harus mendapat perawatan medis. Malik Risaldi tetap tampil di lapangan, namun di tengah permainan, darah kembali mengucur dan Malik harus mendapat perawatan. Bahkan pada awal-awal pertandingan pemain Bahrain A.Haram sudah diganjar kartu kuning oleh wasit Ahmad Alkaf asal Oman.

Menggunakan serangan cepat dengan pola 4-4-2 berhadapan dengan Indonesia yang menerapkan pola 5-4-1, membuat para pemain Indonesia terpaksa mundur mempertahankan daerah pertahanannya.

Pada menit ke-15, Bahrain memperoleh tembakan bebas jauh dari kotak penalti. M.Marhoon yang melepaskan tembakan jarak jatuh menghantam mistar gawang Marten Paes dan melenting masuk ke jala sebelum memantul kembali ke daerah permainan. Namun hakim garis menunjuk bola sudah melewati garis gawang, sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk tuan rumah.

BACA JUGA:  Bungkam Persija 2-0, PSM ke Peringkat 13

Kebobolan melalui bola sulit, para pemain Indonesia terus menekan pertahanan Bahrain. Namun sekali-sekali Bahrain pun melepaskan tendangan jarak jauh yang beberapa kali berhasil ditepis Marten Paes, termasuk satu tendangan dari jarak dekat yang berhasil ditepis, sehingga menghasilkan tendangan pojok.

Indonesia akhirnya memperoleh kesempatan menyerang balik pada menit-menit terakhir babak pertama. Satu serangan dari sayap kiri pertahanan Bahrain yang dilakukan Malik Risaldi memberi umpan ke
tengah, tepat di depan gawang Bahrain Lutfalla. Bola yang melenting berhasil dikuasai Ragnar Oratmangoen yang dengan kaki kanan berhasil mengecoh kiper Bahrain di sebelah kanan, kedudukan berubah 1-1 pada pertandingan sudah memasuki masa ‘injury time’.

Gol Indonesia ini sempat diprotes oleh pemain Bahrain karena menganggap salah seorang pemain Indonesia ‘handsball” saat bola melenting. Namun petugas video assistan referee (VAR) memutuskan gol tersebut sah.